16 April 2008

Malam Pertama

Assalamualaikum.....apa kabar sahabatku?

Lama kian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa, saya yakin bukan karena kebencian diantara kita
Saya pun yakin bukan karena apa-apa..., tapi rutinitas kesibukan yang telah menjebak kita.

Satu hal sebagai bahan renungan kita..., tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata.
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa


Justru malam pertama perkawinan kita dengan sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka...
Tak ada sehelai benangpun menutupinya..
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang2 itupun ditutupi kapas putih..
Itulah sosok kita ...
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan..
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu...jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita..
Bagian Kepala, badan, dan kaki diikatkan
Tataplah..tataplah..itulah wajah kita
Keranda pelaminan..langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai diarak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin..
Berwalikan liang lahat...
Saksi-saksinya nisan-nisan yang telah tiba duluan
Siraman air mawar pengantar akhir kerinduan
dan Akhirnya....
Tiba masa pengantin....
Menunggu dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan...

Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah telah pergi...
Kita akan ditanyai oleh sang malaikat..
Kita tak tahu apakah akan memperoleh nikmat kubur...
Ataukah kita akan memperoleh siksa kubur..
Kita tak tahu...dan tak seorangpun yang tahu..
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan...
Padahal nikmat atau siksa yang akan kita terima...
Kita sungkan sekali meneteskan air mata
Seolah barang berharga sangat mahal...

Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi...tapi...sudah pantaskah sikap kita selama ini....
Untuk disebut sebagai ahli syurga????

Sahabat...mungkin ini renungan/muhasabah bagi kita semua apa
yang selama ini kita perbuat sudah sejalan dengan apa yang diperintahkan dan dilarang-Nya...

Renungkan....Renungkan wahai sahabat...
Aku berdo'a semoga kita menjadi ahli
syurga, amin....

* dari seorang sahabat *

3 komentar:

ashardi mengatakan...

damn...kirain... (^_^)'
uda siap ama malam pertama?

AK Tontowi mengatakan...

asal aja jangan sampe ada yg jadi takut ngebayangin malam pertama yg beneran :)

ato emang ngerasa ngeri ? (masak sih??) hihihi

abbahatun mengatakan...

ya Rabbi ..
janganlah Kau panggil aku dikala jiwa ini masih rapuh akan-Mu
dan jangan biarkan diri ini hina ..

ya Rabbi
rengkuhlah aku dalam kasih-Mu
dengan nama-Mu ya Rahman ya Rahim
ikatlah hati dan teguhkanlah ..

kala cinta kian bersemi..
kala rindu semakin menguncang kalbu..
tiada risau khan ku rasakan..
tiada ragu tuk berpulang ..
di kampung halaman yg Kau janjikan