30 April 2008

Makan di sini

Suatu hari si Otoy disuruh beli paku sama orang tuanya,

Otoy : "Pak beli paku, "

Padagang : "Berapa Toy?"

Otoy : "Limaribu"

Pedagang : "dibungkus???"

Otoy : "Ngga, dimakan di sini!!"

Pedagang : "@#$%%#@%%"

Read More......

25 April 2008



Read More......

24 April 2008

Hari ini Dapet Pelajaran Lagi

tadi malem Mmih nelpon,

"Neng, uyut ninggal..."
"Innalillahi wa inna ilayhi rooji'un..."

Kematian selalu mengintai Qta, but??? kenapa masih aja terlena dengan dunia yang fana?
Hhh....

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa harus terpuruk?? sedangkan taubat lebih utama.

Keep Istoqomah...
Allah will always Luv U...

Read More......

19 April 2008

Air Mata Rasulullah


Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya.

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.


Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah,

Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.


Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.


"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.


"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, " kata Jibril.


Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi.

"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
"Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.


Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."


Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,! Ali segera mendekatkan telinganya.

"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"

"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."


Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii,ummatii, ummatiii? " - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?


Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi


Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.


NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.

Read More......

16 April 2008

Malam Pertama

Assalamualaikum.....apa kabar sahabatku?

Lama kian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa, saya yakin bukan karena kebencian diantara kita
Saya pun yakin bukan karena apa-apa..., tapi rutinitas kesibukan yang telah menjebak kita.

Satu hal sebagai bahan renungan kita..., tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata.
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa


Justru malam pertama perkawinan kita dengan sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka...
Tak ada sehelai benangpun menutupinya..
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang2 itupun ditutupi kapas putih..
Itulah sosok kita ...
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan..
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu...jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita..
Bagian Kepala, badan, dan kaki diikatkan
Tataplah..tataplah..itulah wajah kita
Keranda pelaminan..langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai diarak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin..
Berwalikan liang lahat...
Saksi-saksinya nisan-nisan yang telah tiba duluan
Siraman air mawar pengantar akhir kerinduan
dan Akhirnya....
Tiba masa pengantin....
Menunggu dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan...

Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah telah pergi...
Kita akan ditanyai oleh sang malaikat..
Kita tak tahu apakah akan memperoleh nikmat kubur...
Ataukah kita akan memperoleh siksa kubur..
Kita tak tahu...dan tak seorangpun yang tahu..
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan...
Padahal nikmat atau siksa yang akan kita terima...
Kita sungkan sekali meneteskan air mata
Seolah barang berharga sangat mahal...

Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi...tapi...sudah pantaskah sikap kita selama ini....
Untuk disebut sebagai ahli syurga????

Sahabat...mungkin ini renungan/muhasabah bagi kita semua apa
yang selama ini kita perbuat sudah sejalan dengan apa yang diperintahkan dan dilarang-Nya...

Renungkan....Renungkan wahai sahabat...
Aku berdo'a semoga kita menjadi ahli
syurga, amin....

* dari seorang sahabat *

Read More......

15 April 2008

Sebelum Syahid di Tali Gantung

Sajak oleh
Asy Syahid Sayyid Qutb
Sebelum Syahid di tali gantung
_________________________________________________
Sahabat,
Andainya kematian kau tangisi
Pusara kau siram dengan air matamu
Maka di atas tulang belulangku yang sudah luluh
Nyalakanlah obor untuk umat ini
Dan ...
Lanjutkanlah gerak merebut kemenangan

Sahabat,
Kematianku hanyalah suatu perjalanan
Memenuhi panggilan kekasih yang merindu
Taman-taman indah di syurga Allah
Terhampar menanti
Burung burungnya berpesta menyambutku
Dan berbahagilah hidupku disana

Sahabat,
Pusaka kegelapan pasti kan lebur
Fajar kan menyingsing
Dan alam ini kan disinari cahaya lagi
Relakanlah rohku terbang menjelang rindunya
Jangan gentar berkelana ke alam abadi
Disana ... cahaya fajar memancar

Al-Maghfurulahy Al-'Arif Bil

Read More......

Oleh-Oleh Mudik

Hari Pertama
3 hari mudik,
Hmmm senengnya..
bisa ketemu Mmih, Nenek, dll

Subang masih seperti yang dulu, ada panas ada dingin
Di perjalanan pulang kakiku kepanasan, mungkin karena aku duduk tepat di atas mesin elf yang kutumpangi.
Suasana kehijauan...dan hujan mengiringi perjalanan pulangku..
sekitar pukul 16.30 aku baru nyampe rumah.
Rumah ga jauh beda, masih dengan penampilan yang sama

"Assalamu'alaikum.." kataku,
"Wa'alaikumsalam...aduhhhh nu geulis datang"
Heuheu...kedengarannya narsis banged ya ?
tapi itulah MMih aku pun sun tangan beliau dan cupika-cupiki,
Hmm aku belom liat Nenek, "Mma lagi di aer mau mandi,," gitu kata Mmih,
eh..trus Mma nyahut, "Ada siapa Nyi (panggilan Mma sama Mmih)"..
"Nu geulis datang..." Hehe..narsis lagi deh..
Mmih ngeluarin makanan dan dengan semangat '45 aku makan apa2 yang dikeluarin sama Mmih.

Nyam..nyam..nyam...alhamdulillah...
Perut yang laper kembali kenyang
dari pagi cuma makan roti 2


Habis sholat, aku buka oleh2 buat Mmih, ada brownies Amanda,
ada pear, ada jeruk, alpuket, dll...Hehehe..banyak banget ya!
Habis buka2 trus makan2 lagi dehh..
Nyam..nyam..nyam...(Lho katanya buat Mmih, Ko???
)

Mmih mau ke bibi, wahh...maen ke bibi ah...
Seperti biasa tanya ini-itu, pulang sama siapa? Gimana Kerjaan?
dkk..
lanjut...
Dari Bibi ke rumah sodara yang laen, trus..
pulang lagi...mandi...cerita-cerita dan Zzzzz...aku pun kelelahan...


Hari Ke-2
Pengen maen ke rumah bapa, tapi males, dari malem sampe pagi gerimis terus-terusan turun..
Baru jam 9 aku brangkat, Uhh perjalanannya seperti biasa, ngebuttt...!!! mobil-mobil di Pantura emang sukanya ngebut2an kali ya

Tepat pukul 1/2 12 siang baru nyampe, Jalanan becek coz cuaca di kampung bapa ga jauh beda dengan kampungku..
bla..bla..bla...
Aku dipaksa nginep di rumah bapa, sebenernya males banget!! ASli!! Suerr!!! ga Tau kurang betah kalo di sana.
Ibu ngelarang, tapi bapa maksa!! Yaud akhirnya dengan berbagai alasan bapak berhasil membuat aku nginep di rumahnya.
Sore2 aku maen2 dengan motor bapak, Ahh cape..trus jalanan becek banget..Motor bapak kaya dari sawah


Wejangan Mmih kalo aku lagi nginep di rumah bapa macem2, ga boleh ini ga boleh itu, harus ini harus itu..
Ya..ya..ya..semuanya pasti demi kebaikanku juga. Apa lagi banyak cerita miring tentang motherstep!!

Hari Ke-3
Janji2 bapak boong, katanya mo nganterin pulang, eh ngga.
akhirnya aku pulang dengan kendaraan umum seperti biasa. Kesel C tapi mau gimana lagi!!
Ibu ga henti2nya nelpon, udah nyampe mana?? Dll...
Dan baru pukul 1/2 10 nyampe rumah. Mandi lagi dan Wuzzz NYOBLOS deh

TPS sepi, ga pada pulang kali ya? Au ah..
Hmm rencanan siangan mo liat penghitungan suara. Eh..malah tiduran dan Zzz tidur beneran

Jam 1/2 2 aku berangkat lagi ke TPS dan penghitungan udah beres.
Hasilnya :
Pasangan Da'I memperoleh 84 Suara
Pasangan Nu'Man memperoleh 108 Suara, dan
Pasangan HADE memperoleh 112 suara... (yuhuuuu!!!)
Abstain??? walah2 11 bro!! banyak banget ya..

Ga tau knp tuh abstainnya, apa golput, dicoblos semua or...???

Ga ada rencana kalo pulang minggu sore!! mendingan senin Pagi dengan resiko masuk kerja kesiangan 1 jam, masuk angin, mual, dkk
yang penting masih bisa cerita-cerita sama Mmih..
Luv U Mmih... :)

Read More......

22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah (Part 2)


5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah saw. berkata, “Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati.” (As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)

6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membaca Al-Qur’an. Jangan sampai Anda membuka mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.


Ketahuilah, Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Al-Anfal:2)


7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik dengan firman-Nya, “Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali.” (An-Nisa:142)


8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan nahyi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.


Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila dosa dikerjakan di bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya –dan kadang beliau mengucapkan: mengingkarinya–, maka dia seperti orang yang tidak menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang yang menyaksikannya.” (Abu Daud, hadits nomor 4345).


Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, “Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.” (Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)


9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab. Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan orang. Narsis banget!


Allah berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman:18)


Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, “Sungguh engkau telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya.” (Bukhari, hadits nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)


Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, “Sesungguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan alangkah buruknya yang terakhir.” (Bukhari, nomor 6729)


“Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela, keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati kiamat, kecuali orang yang adil.” (Shahihul Jami, 1420).


Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda Rasulullah saw. yang berbunyi, “Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan.” (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)


“Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?” tanya Rasulullah saw. Para sahabat menjawab, “Ya.” Rasulullah saw. bersabda, “Yaitu setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong.” (Bukhari, hadits 4537, dan Muslim, hadits nomor 5092)


Read More......

10 April 2008

22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah (Part 1)

dakwatuna.com - Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini. Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.


Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseirang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,’ padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari, 10/486)


Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.” (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)


2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke dalam ayat ini, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (Al-Baqarah:74)


3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur’an. Melamun dalam doa. Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh. Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, “Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai dan main-main.” (Tirmidzi, hadits nomor 3479)


4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah. Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu. Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis. Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada. Menunda-nunda pergi shalat Jum’at dan lebih suka barisan shalat yang paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka.” (Abu Daud, hadits nomor 679)


Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang munafik. “Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas.”


Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa Ramadhan.

Read More......

07 April 2008

Celoteh (Part 3, Edisi Ibu)

Menghitung hari??!!
Kaya judul lagunya mba' KD aja

Sekarang senin, berarti 4 hari menjelang mudik

Kangen berat!!
Pengen ketemu Mmih..
Pengen peluk Mmih..
....
Hhh...suka pengen nangis kalo inget beliau,
ibu, ahh aku bilang dia Mmih!!! Bukan ibu, Mamah, Mamih, Mbok atau apa pun
Aku bilang Mmih ya Mmih!!

Mmih..begitulah aku panggil beliau,
Hanya cukup dengan Mm--mih...

Yup!! lewat beliaulah aku terlahir ke dunia ini
Merasakan bagaimana indah+susahnya berkelana di dunia yang fana ini (Halah!!)

Mmih,
bukan seorang wanita karir,
bukan pula seorang wanita yang sibuk bolak-balik ke mall hanya untuk mencari sebuah
tas atau baju supaya match penampilannya.

Mmih hanyalah seorang wanita desa.
dan harapannya pun ga jauh beda dengan kaum ibu lainnya.
"Mmih ingin anak-anak Mmih ga susah seperti Mmih"

simple!!
Namun, saat kucoba mendalami maknanya (halah2!!)
Ga se-simple isinya.
Dalem banget, bahkan kadang terasa berat!!

Tapi, selalu kutekankan Life Must Go On!! Take It Easy!!
Segala cobaan, ujian itu adalah anugerah terindah dari-Nya
sebagai media pembelajaran agar Qta bisa lebih bijak menghadapi keadaan yang serupa atau bahkan lebih.

Back to Mmih


Lewat racikan tangan beliau lah, aku mendapatkan suplemen-suplemen
yang kubutuhkan dalam masa pertumbuhan.
Bukan..bukan..suplemen buatan toko, yang sekarang lagi digembor2kan di TV
Hanya makanan ala kampungku yang aku yakin,,Mmih pun ga tau
apakah makanan itu mengandung Vit. A, B, C, atau apalah namanya.
Yang beliau tahu anaknya bisa tidur tenang dengan perut kenyang. Itu saja!!

Saat diri ini telah beranjak dewasa,
(meskipun masih belum cukup dewasa dalam menyikapi kehidupan)
Aku mencoba mengambil hikmah, atau mungkin lebih tepatnya mengenang
kembali hari-hari bersama beliau..

Senang, Sedih, Marah, Kecewa, Simpati,,
semuanya ada...
Dan setelah sekian tahun aku ada dalam bimbingan
para guru atau dosen di sekolah/kuliahan,
Baru kusadari bahwa beliaulah guru privatku yang mampu
membuatku mengerti akan semuanya,
Ooww...terlalu berlebihan kalau kusebutkan semuanya,
memang tidak semuanya, tapi sebagian besar!!


to be continued...

Read More......

05 April 2008

Katanya.. (Celoteh Part 2)

Katanya pengen mukanya berseri dan cantik
Tapi kok senyum buat saudaranya sendiri mahal banget

Katanya pengen badannya sehat
Tapi kok shaum senin-kamis aja susah

Katanya pengen jadi muslimah yang sabar
Baru dikasih ujian segitu aja kok banyak ngeluhnya

Katanya pengen bisa baca Al-Quran dengan benar
Bacanya aja ga pernah

Katanya pengen jadi istri sholehah
Beres-beres rumah sendiri aja malesnya minta ampun

Katanya pengen punya banyak saudara
Silaturahmi aja jarang

Katanya pengen jadi seorang yang mukhlisin
Tapi setiap ngerjain sesuatu selalu pamrih

Katanya pengen jadi da'iyah
Sholat aja masih sering lalai

Katanya pengen jadi orang yang bersyukur
Tapi kok setelah dikasih rezeki, masih aja ngeluh

Katanya pengen banyak rezekinya
Buat shodaqoh aja sayang banget

Katanya, katanya, katanya, dan katanya...

Life Must Go On..
Hidup bukan cuma sekedar cita-cita,
Tapi juga dibarengi dengan usaha dan do'a
Dia yang Maha Tau apa yang terbaik buat Qta
Jangan Pernah menyerah pada keadaan :)
Keep Smile..!! Keep Strugle!! n Keep Istiqomah!!
Yuhuuuuuuuuuuu!!!!!

Read More......

03 April 2008

Akhwat Sejati

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, "Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?".

Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum: Anakku ...

Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona,
tetapi
dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan
tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,

tetapi
dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,
tetapi dilihat
dari bagaimana caranya ia berbicara.

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.

"Lantas apa lagi Abi?", sahut putrinya. Ketahuilah putriku ...

Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian
tetapi
dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan

tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi
tergoda.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian
yang ia jalani
tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu
dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah ...

Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul,
tetapi
dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

Setelah itu sang anak kembali bertanya,

"Siapakah yang dapat menjadi
kriteria seperti itu, Abi?"
Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, "Pelajarilah mereka!"

Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan "Istri
Rosulullah"

Khusus buat para aktivis... bacalah :


Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun,
tetapi dilihat
dari kedewasaannya dalam bersikap.

Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi,
tetapi
dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.

Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi,
tetapi
sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.

Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro',
tetapi
dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.

Read More......

01 April 2008

Hidupku Adalah Hari Ini!!

Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja; tidak berucap kotor dan jorok yang menjijikan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. Hanya hari ini aku berkesempatan aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor aga tidak semrawut dan berantakan, alias rapi dan teratur. Dan karena hanya hari ini saja aku akan hidup, maka aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapihan penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku.

Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan shalat sesempurna mungkin, membekali diri dengan shalat-shalat nafilah, berpegang teguh pada Al-Quran, mengkaji dan mencatat segala yang bermanfaat.


Aku hanya akan hidup hari ini, karenanya aku akan menanamkan dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri: baik sifat takabur, riya dan buruk sangka.


Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan, maka aku akan berbuat kebaikan kepada orang lain dan menghulurkan tangan kepada siapa pun. Aku akan menjenguk orang yang sakit, mengantarkan jenazah, menunjukkan jalan yang benar kepada orang yang tersesat, memberi makanan kepada orang yang kelaparan, menolong orang yang sedang kesulitan, membantu orang yang di dzalimi, meringankan penderitaan orang yang lemah, mengasihi mereka yang menderita, menghormati orang-orang alim, menyayangi anak kecil, dan berbakti kepada orang tua.


Aku hanya hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan “Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi”


Dan “Wahai masa depan, engkau masih dalam keghaiban! Maka aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak akan memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tidak akan ada sesuatu; esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan”

Wallahu A'lam...

Read More......